|
Berawal dari suatu diskusi
kecil di akhir Desember 2005, yang ingin mewujudkan adanya suatu wadah bagi para pengamat
burung. Wadah yang tidak hanya diisi oleh anggota P.A Haliaster Biologi Undip, namun juga
mahasiswa dari universitas lain, bahkan dari masyarakat umum.
Suatu komunitas yang bersifat cair, tidak terlalu mengikat anggotanya, dan tidak
terlalu formal. Siapa yang saja yang suka dengan aktivitas pengamatan burung dapat ikut
bergabung. Diberikanlah nama Komunitas Pengamat Burung Suka-suka (Kopasus) Semarang.
Pada perkembangannya, komunitas ini mengembangkan diri pada lingkup yang lebih
luas. Lingkup kegiatannya tidak semata-mata hanya pada pengamatan burung, namun mencakup
upaya pelestarian burung dan habitatnya secara lebih luas. Upaya ini ditempuh agar dapat
juga merangkul berbagai komponen masyarakat yang memiliki kesamaan visi dalam upaya
pelestarian lingkungan. Sejak tahun 2009 komunitas ini diberi nama Semarang Bird Community
(SBC).
Beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh
kelompok ini yaitu:
Sebagai wadah para pelestari burung yang berada di wilayah Semarang.
Sebagai bagian dari jaringan pelestari burung yang ada di Indonesia.
Mendukung dan mengembangkan usaha-usaha pelestarian alam.
Sampai saat ini sudah tercatat beberapa
kelompok yang tergabung dalam SBC. Diantaranya adalah P.A. Haliaster Biologi Undip,
Pelatuk BSC Biologi Unnes, Green Community Unnes, P.A. Mahapala Unnes, P.A Matrapala
Sastra Undip, dan beberapa warga Semarang.
Ada beberapa aktivitas yang sudah
dijalankan oleh SBC dan anggotanya.
- Monitoring Raptor Migran.
Kegiatan ini meliputi pendataan dan pemetaan jalur raptor migran yang melintas di
wilayah Semarang. Beberapa lokasi yang menjadi spot pemantauan yaitu Kampus Undip
Tembalang, Kampus Unnes Sekaran, dan yang utama di Wanawisata Penggaron Ungaran. Kegiatan
dilaksanakan di bulan September-November untuk monitoring arus datang dan bulan
Maret-April untuk arus balik migran.
Komunitas juga melaksanakan Workshop Raptor Migran, yang berisi pelatihan bagi
anggota baru untuk persiapan dalam pemantauan migrasi burung pemangsa.
 
- Monitoring Burung Air.
Asian Waterbird Census (AWC) yang diselenggarakan oleh Wetland
International, merupakan agenda rutin yang diikuti oleh komunitas. Kegiatan ini berupa
pendataan jenis dan jumlah burung air yang dilaksanakan serempak di seluruh Asia, pada
minggu ke-2 dan ke-3 bulan Januari setiap tahun. Lokasi yang masuk dalam pendataan
diantaranya yaitu kawasan lahan basah Kaliwungu Kendal, kawasan lahan basah Jrakah
Semarang, dan kawasan lahan basah Sayung Demak.
Monitoring Burung Pantai (Mobupi) merupakan program baru dari
SBI-Info. Aktivitas ini berupa pendataan jenis dan jumlah burung pantai (migran) secara
serempak di seluruh Indonesia, pada bulan April sampai Oktober. Untuk wilayah Semarang,
komunitas melakukan monitoring di daerah Tambaksari, Sayung, Demak.
 
- Semarang Bird Walk.
Sejak tahun 2006, setiap sebulan sekali dilaksanakan pengamatan burung bersama,
bagi anggota komunitas. Disamping sebagai kegiatan rekreatif, tujuan akhir kegiatan ini
adalah pendataan keanekaragam burung di wilayah Semarang. Beberapa lokasi yang sudah
dikunjungi diantaranya yaitu: Penggaron, Gedongsongo, Semirang, Medini, Gua Kreo,
Tinjomoyo, Jrakah, dan Sayung. Hasil akhir dari pendataan ini adalah tersusunnya suatu
basis data keanekaragaman burung di wilayah Semarang, disajikan dalam bentuk Semarang Bird
Web.
 
- Pelatihan Pengamatan Burung.
Beberapa kali komunitas diminta menjadi fasilitator untuk pelatihan pengamatan
burung. Kegiatan pelatihan yang pernah dilaksanakan diantaranya yaitu:
Pelatihan pengamatan burung, dalam kegiatan Temu Wicara dan Kenal Medan, Pecinta
Alam Se-Indonesia, yang diselenggarakan oleh Mahapala Universitas Negeri Semarang, 2006.
Pelatihan pengamatan burung oleh Matrapala Fakultas Sastra Universitas Diponegoro,
di Ungaran 2007.
 
|