
|
 |
 |
Jantan muda - Undip,
Tembalang, Semarang - © Baskoro |
 |
Betina - Undip,
Tembalang, Semarang - © Baskoro |
 |
 |
 |
Makan nektar - Undip,
Tembalang, Semarang - © Baskoro |
|
| Karakter |
Tubuh berukuran kecil (10 cm).
Jantan: Tubuh bagian bawah kuning terang. Dagu dan dada hitam-ungu metalik.
Punggung hijau zaitun.
Betina: Tubuh bagian bawah kuning. Tanpa warna hitam pada dagu dan dada. Alis
biasanya kuning muda.
Iris coklat tua, paruh hitam, kaki hitam. |
Sering ribut dalam kelompok kecil,
berpindah-pindah dari satu pohon atau semak ke yang lain. Jantan kadang berkejaran mondar
mandir dengan galak.
Makanan: nektar Benalu, Mengkudu, Pepaya, Dadap, serangga kecil, laba-laba. |
Sarang berbentuk kantung, dari rumput terjalin
dengan kapas alang-alang, pada dahan yang rendah.
Telur berwarna keputih-putihan, berbintik abu-abu putih, jumlah 2 butir.
Berbiak sepanjang tahun. |
| Habitat |
| Pekarangan, semak pantai, hutan mangrove. |
| Penyebaran |
Cina, Asia tenggara, Semenanjung Malaysia,
Filipina, Australia.
Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, Papua. |
| Penyebaran
Lokal |
Dijumpai hampir di semua tempat.
Kawasan lahan basah, termasuk dekat pantai.
Kebun, tegal, daerah suburban.
Pemukiman, daerah urban, Semarang.
Kawasan hutan sekunder, Gunung Ungaran. |
| Status |
Penetap.
Jumlah banyak dan frekuensi sangat sering.
Peringkat perjumpaan: (1) sangat mudah. |
| Suara |
Suara nyanyian.
Suara nyanyian.
Suara nyanyian.
Penggaron, Ungaran - © Baskoro
Suara nyanyian.
Tembalang, Semarang - © Baskoro |
Klip referensi.
Klip referensi.
Klip referensi.
© Birds of Tropical Asia, Jelle Scharringa. |
Deskripsi:
Suara panggilan berupa kerikan musikal "ciip, ciip, chii whiit" dan suatu
melodi pendek yang diakhiri dengan getaran nyaring. |
| Video |
Pose
bertengger.
Pose
bertengger.
Pose
bertengger.
Tembalang, Semarang - © Baskoro |
| Catatan |
| Burung madu yang paling umum dijumpai. |
|