
|
 |
 |
Taman Srigunting,
Semarang - © Baskoro |
 |
Undip, Tembalang,
Semarang - © Baskoro |
 |
| Gonoharjo, Limbangan,
Kendal - © Baskoro |
|
| Karakter |
Tubuh berukuran sedang (20 cm).
Topi hitam. Tunggir keputih-putihan. Tungging kuning jingga. Dagu dan kepala atas
hitam. Kerah, tunggir, dada, dan perut putih. Sayap hitam. Ekor coklat.
Iris merah, paruh hitam, kaki hitam. |
Hidup dalam kelompok yang aktif dan ribut.
Sering berbaur dengan cucak lain.
Makanan:buah kecil, beberapa serangga. |
Sarang berbentuk cawan rapi, dari ranting,
daun, serat halus.
Telur berwarna kemerah-jambuan, berbintik halus padat warna ungu dan abu-abu,
jumlah 2-3 butir.
Berbiak setiap bulan kecuali November. |
| Habitat |
Pepohonan terbuka, semak, tepi hutan, vegetasi
sekunder, taman, pedesaan, perkotaan.
Tersebar sampai ketinggian 1.500 m dpl. |
| Penyebaran |
Cina selatan, Asia tenggara (kecuali
Semenanjung Malaysia), Jawa.
Introduksi: Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Selatan. |
| Penyebaran
Lokal |
Dijumpai hampir di semua lokasi.
Kebun, tegalan, daerah sub urban.
Pemukiman, daerah urban, Semarang.
Kawasan lahan basah, selain tepi laut.
Hutan sekunder, kawasan Gunung Ungaran. |
| Status |
Penetap.
Jumlah banyak dan frekuensi sangat sering.
Peringkat perjumpaan: (1) sangat mudah. |
| Suara |
Suara nyanyian.
Penggaron, Ungaran - © Baskoro
Suara panggilan dan
nyanyian.
Tembalang, Semarang - © Baskoro
Suara panggilan dan
nyanyian.
Tinjomoyo, Gunungpati, Semarang - © Baskoro |
Deskripsi:
Suara nyanyian yang merdu dan nyaring "cuk-cuk", "cang-kur"
yang diulangi cepat. |
| Video |
Mencari makan.
Gedongsongo, Ambarawa - © Baskoro
Pose bertengger.
Gonoharjo, Limbangan, Kendal - © Baskoro
Pose bertengger dan
makan buah.
Pose menelisik.
Pose bertengger
dengan suara panggilan.
Tembalang, Semarang - © Baskoro |
| Catatan |
| Jenis Cucak yang paling umum dijumpai. |
|