|
|
| Karakter |
Tubuh berukuran agak besar (13 cm).
Ekor panjang. Garis putih khas pada sayap, dengan ujung hitam putih. Tubuh bagian
atas coklat zaitun. Tenggorokan dan dada tengah putih. Sisi dada dan sisi tubuh abu-abu.
Perut dan tungging kuning coklat.
Iris coklat, paruh atas hitam, paruh bawah kekuningan, kaki merah jambu. |
Berperilaku ribut. Suka berkelompok kecil.
Berburu disekitar permukaan tanah hingga puncak pohon.
Makanan: kumbang, kupu, larva, serangga kecil. |
Sarang berbentuk kubah memanjang dengan lubang
masuk diatas, dijahit dengan serat dan jaring laba-laba, pada tumbuhan.
Telur berwarna biru pucat berbintik coklat dan merah, jumlah 2-4 butir.
Berbiak sepanjang tahun. |
| Habitat |
| Hutan sekunder terbuka, hutan mangrove, kebun,
taman. |
| Penyebaran |
| Sumatera, Jawa, Bali. |
| Penyebaran
Lokal |
Gonoharjo, Limbangan, Kendal: hutan sekunder.
Tembalang, Semarang: kebun, tegalan.
Sekarang, Gunungpati, Semarang: kebun, tegalan.
Wanawisata Penggaron, Ungaran: hutan sekunder. |
| Status |
Penetap. Endemik.
Jumlah dan frekuensi agak jarang.
Peringkat perjumpaan: (4) agak sulit. |
| Suara |
Suara nyanyian.
Suara nyanyian.
Suara nyanyian.
Gonoharjo, Limbangan, Kendal - © Baskoro
Suara panggilan.
Suara panggilan.
Medini, Limbangan, Kendal - © Baskoro
Klip referensi.
Klip referensi.
Klip referensi.
© Bird Recording |
Deskripsi:
Suara nyanyian keras bernada tinggi "cwuit-cwuit-cwuit".
Suara panggilan tanda bahaya "hii-hii-hii". |
| Video |
Pose
bertengger dengan suara tanda bahaya.
Gonoharjo, Limbangan, Kendal - © Baskoro |
| Catatan |
| Beberapa memasukkan ke dalam famili Silviidae. |
|